Penolakan Kemenpan RB atas 630 ribu formasi PPPK memicu kemarahan. Guru madrasah swasta bersiap gelar aksi protes besar-besaran.
KOSONGSATU. ID– Keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) yang menolak usulan 630.375 formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi guru madrasah negeri dan swasta memicu reaksi keras. Penolakan yang mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI pada Kamis (12/3/2026) lalu tersebut memantik kekecewaan mendalam dari ribuan pendidik di seluruh Indonesia.
Paradoks Keadilan dan Diskriminasi Status
Ketua Umum Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia (FGSNI), Agus Mukhtar, menilai penolakan ini sebagai paradoks pendidikan yang mengoyak rasa keadilan. Ia menegaskan, pemerintah secara nyata mendiskriminasi dan menganaktirikan guru madrasah swasta dalam sistem pendidikan nasional.
”Kontribusinya sama, mencerdaskan anak bangsa dengan kurikulum yang sama beratnya dengan sekolah negeri. Namun, hak kesejahteraannya terhambat oleh sekat administratif antara yayasan dan pemerintah,” tegas Agus Mukhtar.
Agus menyoroti ketimpangan kesejahteraan yang masih menjerat banyak guru madrasah swasta. Saat ini, banyak dari mereka menerima honor jauh di bawah standar Upah Minimum Regional (UMR). Bagi FGSNI, menutup pintu PPPK bagi guru swasta sama artinya dengan memperpanjang masa kemiskinan struktural para pendidik.
Lebih lanjut, ia menyoroti inkonsistensi kebijakan antar lembaga, di mana guru di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) kerap menerima narasi yang membingungkan dibandingkan guru di bawah Kemendikdasmen.
Rencana Aksi Turun ke Jalan Usai Lebaran
Kekecewaan ini memicu gelombang protes dari berbagai daerah. FGSNI mulai menggemakan perlawanan di media sosial dan menyiapkan langkah “jemput bola”. Usulan aksi bahkan datang langsung dari akar rumput.
Perwakilan Guru MI Maarif Kabupaten Semarang bersama Ketua FGSNI Kabupaten Pesawaran Lampung, Naseh, secara terang-terangan mengusulkan aksi bertenda di depan Kantor Kemenpan RB seusai hari raya Idulfitri.




Tinggalkan Balasan