Bukan sekadar kalkulasi politik, Proklamasi 17 Agustus 1945 ternyata menyimpan rahasia spiritual besar. Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah mengungkap fatwa empat ulama kunci yang menentukan nasib bangsa hingga 300 tahun ke depan.
KOSONGSATU.ID—Peristiwa proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia lazimnya diajarkan di bangku sekolah sebagai produk akhir dari pergerakan politik dan diplomasi alot para tokoh nasionalis. Akan tetapi, Thoriqoh Shiddiqiyyah membuka tabir dimensi lain yang amat jarang disorot dari sejarah panjang bangsa ini.
Di balik keputusan final penetapan tanggal 17 Agustus 1945, ternyata tersimpan sebuah dimensi spiritual yang sangat dominan dan dipenuhi perhitungan presisi tingkat tinggi.
Sejarah spiritual keagamaan mencatat jelas bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia bukanlah sekadar produk kalkulasi kehebatan militer, melainkan sebuah mahakarya takdir spiritual yang amat diberkati Tuhan.
Fatwa Empat Ulama Dzawil Bashori
Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Syekh Mochammad Muchtarullohil Mujtaba Mu’thi, menyebut bahwa petunjuk yang pada akhirnya menjadi penentu utama tanggal Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia, bersumber dari fatwa empat ulama karismatik yang luas dikenal sebagai ulama dzawil bashori.
Keempat sosok tokoh kunci yang menjadi motor penggerak spiritual tersebut adalah:
- Hadratussyekh Hasyim Asy’ari (Jombang)
- K.H. Abdul Mu’thi (Madiun)
- Syekh Musa (Sukanegara) – Pakar Tasawuf
- Sosro Kartono (Jepara) – Tokoh Legendaris
Syekh Muchtar pun mengajak jamaah Shiddiqiyyah menengok kembali ke pangkal sejarah mengenai penetapan hari kemerdekaan pada tahun 1945 tersebut.
Tanggal 17 Agustus yang jatuh pada hari Jumat Legi rupanya bertepatan dengan tanggal 9 Ramadan. Sebuah koordinat waktu yang menurut Mursyid bukanlah kebetulan semata.

Ketajaman Batin dan Peringatan 300 Tahun
Keempat ulama tersohor ini sama sekali tidak merumuskan tanggal proklamasi melalui perhitungan kalkulasi politik konvensional.




Tinggalkan Balasan