Dua ruang kelas dibangun dengan bantuan BRI, satu lainnya dari mantan hakim konstitusi Wahiduddin Adams. Tambahan ini melengkapi sepuluh kelas pintar FSH sepanjang 2026.
KOSONGSATU.ID – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar meresmikan tiga ruang kelas pintar di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Kamis, 1 Oktober 2026. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung pembelajaran mahasiswa.
Peresmian berlangsung setelah upacara Hari Kesaktian Pancasila. Dua ruang mendapat bantuan Bank Rakyat Indonesia (BRI), sedangkan satu lainnya merupakan sumbangan alumni sekaligus mantan hakim konstitusi Wahiduddin Adams.
Dekan FSH Muhammad Maksum mengatakan pembenahan ruang kelas merupakan bagian dari pelayanan kepada mahasiswa. Menurut dia, lingkungan belajar yang nyaman diperlukan untuk menunjang pendidikan dan pengajaran.
“Mahasiswa menjadi faktor penting dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran,” kata Maksum.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Ahmad Tholabi Kharlie, jajaran BRI, serta Wahiduddin. Seusai peresmian, mahasiswa menggunakan ruang baru itu untuk kegiatan pembelajaran.
Sepuluh Kelas Pintar
Berdasarkan bahan yang disampaikan, FSH membangun sepuluh ruang kelas pintar sepanjang 2026. Pendanaannya berasal dari anggaran kampus, bantuan lembaga, dan sumbangan alumni.
Selain tiga ruang yang baru diresmikan, tiga ruang dibiayai melalui anggaran UIN Jakarta. Dua lainnya mendapat bantuan Kementerian Pemuda dan Olahraga, sedangkan dua ruang disumbangkan mantan hakim agung Ahmad Sukardja.
Dukungan terhadap fasilitas fakultas juga mencakup Ruang Sidang Semu Mahkamah Konstitusi dan ruang kreatif The Gade Creative Lounge dari Pegadaian Syariah.
Wahiduddin sebelumnya turut memfasilitasi pembangunan ruang sidang semu. Sumbangan satu ruang kelas pintar menjadi kontribusi berikutnya bagi almamater tempat ia pernah belajar dan mengajar.
Standar Fasilitas Mahasiswa
Ihwal penyediaan fasilitas, Asep menekankan bahwa kampus harus menjamin standar sarana pendidikan di setiap fakultas. Pemenuhannya, menurut dia, tidak boleh bergantung pada besar atau kecilnya pendapatan fakultas.
Ia menyebut fasilitas dasar sebagai kebutuhan yang harus tersedia untuk menunjang kelancaran kegiatan akademik.
“Sarana yang standar untuk seluruh UIN di antaranya toilet, papan tulis, meja, dan jaringan internet,” kata Asep.***




Tinggalkan Balasan