Sebagai feature sejarah, rangkaian silsilah dan tahun pemerintahan tersebut tetap perlu dibaca berdampingan dengan arsip resmi, daftar bupati, maupun penelitian sejarah Gresik agar dapat diverifikasi secara lebih mendalam.

Nama yang Tetap Hidup di Kota Modern

Yosowilangun kini tidak lagi dikelilingi hutan bambu dan sawah seperti dalam gambaran cerita lama. Desa ini berkembang di tengah kawasan permukiman, aktivitas perdagangan, dan industri di Kecamatan Manyar.

Wilayahnya berdekatan dengan Desa Sukomulyo dan Roomo di bagian utara, Desa Randuagung di selatan, serta Desa Suci di sebelah barat. Perubahan bentang ruang itu membuat jejak masa lalu tidak selalu tampak secara kasatmata.

Namun, nama Brotonegoro masih hidup dalam ruang kota Gresik. Jalan Raya Brotonegoro Barat dan Jalan Raya Brotonegoro Timur di kawasan Gresik Kota Baru menjadi salah satu penanda yang menghubungkan masyarakat hari ini dengan ingatan tentang tokoh lokal tersebut.

Bagi warga Yosowilangun, sejarah desa bukan sekadar daftar nama dan tahun. Ia hidup dalam cerita tentang tiga kampung, sengketa air, telaga, dan seorang tokoh yang diyakini mampu mengubah pertikaian menjadi persatuan.

Di tengah perubahan cepat kawasan Manyar, kisah itu menyisakan satu pengingat: air pernah menjadi alasan warga saling berebut, tetapi juga menjadi jalan untuk membangun kembali kebersamaan.(Indah Rahmadany/Kontributor)


Daftar rujukan sederhana:

  1. Manuskrip atau dokumen sejarah Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
  2. Arsip Pemerintah Desa Yosowilangun terkait asal-usul desa, telaga, dan silsilah tokoh lokal.
  3. Wawancara dengan perangkat Desa Yosowilangun, tokoh masyarakat, sesepuh desa, atau juru kunci makam setempat.
  4. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Gresik, khususnya dokumen sejarah pemerintahan dan daftar bupati Gresik.
  5. Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Gresik untuk data cagar budaya, tradisi lisan, dan sejarah lokal.
  6. Peta administrasi Kecamatan Manyar dan Kabupaten Gresik dari Badan Informasi Geospasial atau pemerintah daerah.
  7. Literatur sejarah lokal mengenai Kyai Tumenggung Pusponegoro, Kyai Ngabei Djajanegara/Djajonegoro, Tumenggung Joyodirejo, dan Adipati Brotonegoro.
  8. Kajian sejarah Gresik pada akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19 untuk konteks perubahan kekuasaan dari VOC ke pemerintahan kolonial Belanda.