Pakar tenaga listrik ITB Dr Kevin Marojahan Banjar Nahor menyebut derating pembangkit dan El Nino sebagai pemicu utama pemadaman bergilir di Jawa-Bali. Kementerian ESDM tepis isu krisis batu bara.
KOSONGSATU.ID – Pakar tenaga listrik Institut Teknologi Bandung Dr Ir Kevin Marojahan Banjar Nahor angkat bicara soal rentetan pemadaman listrik yang melanda Pulau Jawa dan Bali sepekan terakhir. Ia menyebut dua faktor teknis utama menjadi pemicu: gangguan mendadak di luar rencana dan derating atau penurunan kapasitas produksi secara sengaja.
Kevin menjelaskan, operator pembangkit listrik kerap melakukan derating hingga batas 60 persen dari kapasitas maksimal demi menjaga ketersediaan bahan bakar. Langkah antisipasi ini wajib dieksekusi agar PLTU tidak sampai kehabisan stok saat beroperasi.
“Jika dipaksa 100 persen dan bahan bakar itu habis, PLTU butuh waktu hingga dua hari untuk menyala kembali,” jelas Kevin melalui akun Instagram resmiĀ ITB, dikutip Sabtu (20/6/2026).
Oleh karena itu, pemadaman bergilir menjadi pilihan pahit demi menjaga cadangan daya dan mencegah mati listrik total. Situasi ini semakin pelik akibat hantaman fenomena El Nino yang menciptakan tekanan ganda.



Tinggalkan Balasan