Pelaku menjual saham korban, lalu menggunakan hasilnya untuk membeli saham milik komplotannya. BEI mendorong sekuritas memperkuat keamanan akun investor.
KOSONGSATU.ID — Bursa Efek Indonesia menyatakan pembobolan akun investor masih terjadi pada 2026. Dana korban dialihkan melalui transaksi saham setelah pelaku menguasai akses akun.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menjelaskan modus tersebut dalam Capital Market Summit & Expo di Jakarta, Sabtu, 7 November 2026.
“Saham nasabah dijual, uangnya dipakai untuk membeli saham lain di mana ini sifatnya adalah komplotan, bukan individual,” katanya, menurut laporan beberapa media.
Bagaimana Dana Korban Berpindah?
Menurut Irvan, pelaku menjual saham dalam akun korban. Hasil penjualan kemudian digunakan membeli saham yang ditawarkan anggota komplotan, sehingga dana berpindah melalui transaksi tersebut.
Irvan mengatakan pemulihan menjadi sulit setelah saham dijual dan uang berpindah. Laporan yang dirujuk belum merinci jumlah korban ataupun total kerugian.
Keamanan Akun Perlu Berlapis
BEI mendorong perusahaan sekuritas menerapkan autentikasi berlapis dan perangkat tepercaya. Sistem itu menambahkan verifikasi ketika seseorang mengakses akun.
Irvan juga mengingatkan risiko membagikan kata sandi kepada orang lain. Menurutnya, pengamanan akses merupakan bagian penting dalam mencegah penyalahgunaan akun.
Penjelasan tersebut belum merinci bagaimana pelaku memperoleh akses dalam setiap kasus. Penyebab pembobolan tetap perlu diperiksa berdasarkan bukti masing-masing kejadian. ***



Tinggalkan Balasan