Blokade Selat Hormuz ancam pasokan 20 persen minyak harian dunia
KOSONGSATU.ID–Ancaman pemblokiran Selat Hormuz oleh Iran kembali membayangi pasar energi global. Ini adalah respons langsung Iran terhadap tekanan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Parlemen Iran sebenarnya telah menyetujui rancangan undang-undang penutupan selat ini sejak Juni 2025. Langkah tersebut diambil sebagai balasan atas serangkaian serangan militer AS sebelumnya.
Kewenangan untuk mengeksekusi penutupan jalur perairan ini diserahkan kepada Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Rute ini mengakomodasi 17,8 hingga 20,8 juta barel minyak mentah per hari.
Volume pengiriman tersebut merepresentasikan sekitar 20 persen dari total konsumsi minyak harian global. Oleh karena itu, penutupan selat ini akan menjadi bencana besar bagi logistik dunia.
Pada pertengahan Februari 2026, Korps Garda Revolusi Islam Iran melangsungkan latihan militer maritim. Latihan bertajuk Smart Control ini mencakup manuver penutupan sebagian jalur Selat Hormuz.
Penutupan sebagian yang berlangsung selama beberapa jam tersebut merupakan bentuk unjuk kekuatan. Ketegangan memuncak saat Presiden Trump merilis ultimatum 10 hingga 15 hari pada 18 Februari 2026.
Trump mengancam akan melakukan serangan militer jika Iran menolak kesepakatan pembatasan nuklir baru. “Jika kesepakatan itu tidak terjadi, hal-hal buruk akan terjadi,” tegas Trump pada 20 Februari 2026.
Kepanikan langsung melanda bursa energi internasional akibat probabilitas terhentinya pasokan. Firma analisis komoditas Kpler mengeluarkan proyeksi harga yang sangat ekstrem terkait situasi ini.
Proyeksi Harga Ekstrem Pasar
Kpler mengestimasikan bahwa pemblokiran Selat Hormuz walau hanya satu hari akan memicu kelangkaan instan. Harga minyak dunia diprediksi bisa langsung menyentuh level 120 hingga 150 dolar AS per barel.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio merespons ancaman pemblokiran ini pada 24 Februari 2026. “Menutup selat tersebut justru akan menghancurkan ekonomi Iran sendiri,” ujar Rubio kepada Alhurra.





Tinggalkan Balasan