Konflik Timur Tengah yang memburuk mendorong 54 tokoh Muslim Indonesia menyerukan persatuan dunia Islam demi menghentikan perang dan membangun tata dunia yang damai, adil, dan beradab.


KOSONGSATU.ID — Puluhan ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim Indonesia menyerukan persatuan dunia Islam di tengah konflik Timur Tengah yang kian memburuk.

itu disampaikan dalam konferensi pers CDCC dan Global Forum of Wasatiyyat Islam di Jakarta, Senin, 13 April 2026. 

Koordinator CDCC Din Syamsuddin mengatakan, serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memunculkan tragedi kemanusiaan baru—saat krisis di Gaza belum berakhir.

“Betapapun, perang yang berkelanjutan dan meluas akan membawa malapetaka dunia,” kata Din. 

Desak Perang Dihentikan

Forum itu menilai agresi militer dengan dalih ancaman senjata nuklir tidak bisa dibenarkan dan berpotensi memicu kerusakan global di bidang politik maupun ekonomi.

Para tokoh juga mendesak penghentian perang secara total dan permanen melalui penyelesaian yang berkeadilan. 

Mereka turut menekan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mahkamah Internasional, dan Mahkamah Pidana Internasional agar bertindak tegas terhadap negara pemicu konflik.

Dalam seruan itu, hukum internasional diminta ditegakkan tanpa standar ganda yang selama ini dinilai merusak rasa keadilan global. 

Ditopang 54 Penandatangan

Seruan tersebut bertanggal 2 April 2026 dan ditandatangani 54 tokoh, di antaranya Jusuf Kalla, Din Syamsuddin, Said Aqil Siroj, Mahfud MD, Jimly Asshiddiqie, Lukman Hakim Saifuddin, serta sejumlah pimpinan organisasi Islam.

Mereka juga mengajak pembentukan Aliansi Global untuk Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.***