Inovasi irigasi Sunan Gresik membantu petani bangkit dari paceklik era Majapahit.
KOSONGSATU.ID—Maulana Malik Ibrahim, yang dikenal sebagai Sunan Gresik, mengambil langkah konkret menghadapi krisis pangan yang melanda petani Jawa pada abad ke-15. Paceklik terjadi di tengah situasi politik tidak stabil akibat Perang Paregreg yang berkepanjangan di tubuh Kerajaan Majapahit.
Kondisi itu berdampak langsung pada masyarakat agraris yang bergantung penuh pada hasil sawah dan tambak. Kelangkaan beras menjadi penanda krisis, sekaligus ancaman serius bagi keberlangsungan hidup rakyat kecil.
Teknologi Pertanian sebagai Jalan Dakwah
Kontribusi paling menonjol Sunan Gresik terletak pada penguasaan teknologi pertanian. Ia memperkenalkan sistem irigasi terstruktur berupa bendungan dan saluran air untuk memastikan pasokan air ke lahan pertanian tetap stabil sepanjang tahun.
Dengan pengairan yang tertata, petani mampu meningkatkan produktivitas hingga panen padi dua kali setahun. Dalam konteks masyarakat kala itu, capaian tersebut dipandang sebagai solusi nyata, bahkan dianggap “mukjizat” praktis yang mengubah nasib banyak keluarga petani.
Panen Ganda dan Pemulihan Ekonomi
Dalam artikel Sunan Gresik, Pembuka Jalan Dakwah di Tanah Jawa, penulis Muh Sidiq HM menjelaskan bahwa sistem irigasi yang diperkenalkan memungkinkan beras dikelola lebih baik dan krisis pangan segera teratasi.
“Hal ini sangat menggembirakan bagi masyarakat di sana sehingga dengan cepat krisis yang dialami masyarakat bisa diatasi,” kata Sidiq.
Ia menambahkan, Sunan Gresik memiliki gagasan mengalirkan air dari gunung untuk mengairi sawah-sawah penduduk. Dengan sistem pengairan yang baik, lahan menjadi subur dan hasil panen meningkat signifikan.
Masjid sebagai Pusat Pendidikan Pertanian
Masjid Pesucinan di Dusun Pesucinan, Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik, tidak hanya berfungsi sebagai pusat dakwah. Masjid yang didirikan Sunan Gresik itu juga menjadi ruang pendidikan bagi para dai dan warga, termasuk pelatihan teknik irigasi, pengolahan sawah, dan tambak di pesisir utara Gresik.
Jejak keilmuan tersebut masih terlihat hingga kini. Sistem irigasi di kawasan pertanian dan tambak pesisir Gresik dinilai cukup andal dan berakar dari praktik yang dikembangkan sejak masa Sunan Gresik. Bersama masyarakat, ia membangun bendungan dan membuka lahan-lahan baru untuk pertanian.




Tinggalkan Balasan