Anomali suhu permukaan laut tersebut mengonfirmasi bahwa pasokan curah hujan di wilayah timur akan anjlok drastis di bawah 50 mm per dasarian. Berdasarkan kalkulasi matematis, peluang bertahannya fenomena iklim ini hingga awal 2027 berada di level kuat dengan probabilitas 62 persen.

Meski demikian, dampak hantaman langsung terhadap sektor lingkungan dan penguapan air tanah domestik diproyeksikan mencapai puncaknya hingga Oktober 2026. Pola cuaca kering ini juga dikonfirmasi oleh Biro Cuaca Australia sebagai yang terkuat dalam tujuh dekade terakhir.

Para ilmuwan memprediksi krisis perubahan iklim ini akan sangat memukul ketahanan pangan pada wilayah padat penduduk. Hingga berita ini ditulis, Penjabat Gubernur Papua Barat belum memberikan tanggapan resmi mengenai langkah mitigasi krisis air bersih bagi warga Manokwari.***