​Gunung Semeru kembali, memuntahkan material vulkanik dengan durasi sangat panjang.


KOSONGSATU.ID—​Kamis pagi, 5 Maret 2026, menjadi periode krusial bagi warga di pesisir pesisir Kabupaten Lumajang. Di tengah cuaca buruk dan kabut tebal akibat peringatan cuaca ekstrem nasional, Gunung Semeru diam-diam kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang sangat mematikan.

Erupsi mendadak yang tidak terpantau secara visual ini menambah panjang catatan letusan Semeru yang kini menyentuh angka 422 kali selama tahun berjalan, dari total 841 letusan secara nasional.

​Rentetan peristiwa mencekam ini terdeteksi sejak dini hari. Menurut catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), selama periode pemantauan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, gunung api berstatus Siaga (Level III) tersebut tidak berhenti bergetar.

Instrumen merekam aktivitas seismik yang sangat tinggi: terjadi 13 kali gempa erupsi, disusul 2 kali gempa guguran, serta 13 kali gempa hembusan yang mengindikasikan tekanan magma kuat di dalam kawah.

​Detik-Detik Erupsi dan Badai

​Dua jam kemudian, tepat pukul 07.00 WIB, suasana semakin tegang ketika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem. Tiga bibit siklon tropis—yakni 90S, 93S, dan 92S—dilaporkan mengepung Indonesia.

“Kondisi ini dipicu oleh aktivitas beberapa bibit siklon tropis… di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, perairan Australia Barat, dan Teluk Carpentaria,” urai laporan resmi BMKG (5/3/2026).