Operator transportasi Jabodetabek tetapkan aturan buka puasa demi ketertiban.
KOSONGSATU.ID–Sejumlah operator transportasi publik di Jabodetabek menetapkan aturan khusus buka puasa selama Ramadan 1447 H. Kebijakan ini berlaku di KRL, MRT, LRT, hingga Transjakarta untuk menjaga kenyamanan bersama.
Bagi komuter yang masih berada di perjalanan saat azan Magrib, buka puasa di dalam moda transportasi diperbolehkan. Namun, ada batasan waktu dan jenis makanan yang harus dipatuhi.
Setiap operator menerapkan ketentuan berbeda. Mulai dari durasi hingga jenis konsumsi yang diizinkan.
KRL Beri Waktu Hingga Satu Jam
Di layanan KAI Commuter, penumpang diberi waktu hingga satu jam setelah azan Magrib untuk makan dan minum di dalam kereta.
Makanan yang diperbolehkan terbatas pada air mineral, kurma, serta camilan ringan yang tidak berbau menyengat seperti roti.
Sebaliknya, makanan berat seperti nasi dan lauk-pauk, makanan cepat saji, gorengan beraroma tajam, serta minuman berperisa seperti kopi, teh, soda, dan sirup dilarang dikonsumsi.
KAI Commuter juga menyediakan fasilitas water station gratis di sejumlah stasiun untuk isi ulang tumbler.
Transjakarta dan LRT Jakarta Batasi 10 Menit
Di layanan Transjakarta dan LRT Jakarta, waktu berbuka puasa hanya diberikan selama 10 menit setelah azan Magrib.
Penumpang hanya diperbolehkan mengonsumsi air putih, kurma, atau camilan ringan. Makanan berat dan makanan berbau tajam tetap tidak diperkenankan.
Operator juga mengingatkan agar penumpang tidak meninggalkan sampah di dalam bus, kereta, maupun halte. MRT Paling Ketat, LRT Jabodebek Sampai Pukul 19.00
Aturan paling ketat diterapkan oleh MRT Jakarta.
Penumpang hanya diperbolehkan minum air mineral dan makan kurma selama 10 menit setelah azan Magrib di area berbayar.
Semua jenis camilan lain serta minuman selain air mineral dilarang. Sampah wajib dibawa keluar hingga menemukan tempat sampah di luar area stasiun.
Sementara itu, LRT Jabodebek memberikan toleransi hingga pukul 19.00 WIB sejak azan Magrib.





Tinggalkan Balasan