Pemerintah mempercepat mandatori Biodiesel B50 mulai Juli 2026, memangkas impor fosil 4 juta kiloliter, dan menghemat APBN Rp48 triliun di tengah krisis energi global.
KOSONGSATU.ID — Gejolak geopolitik di Timur Tengah memaksa Indonesia bergerak cepat. Penutupan Selat Hormuz membuat harga minyak mentah Brent melonjak 59 persen sepanjang awal hingga 30 Maret 2026 — rekor tertinggi sejak Mei 2020. Rupiah ikut terkapar, menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS.
Pemerintah tak tinggal diam. Delegasi ekonomi tingkat tinggi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri ESDM terbang ke Seoul, Korea Selatan. Hasilnya tegas: mandatori Biodiesel B50 resmi dipercepat, menggantikan skema B35 yang sedang berjalan.
Mulai 1 Juli 2026, seluruh bahan bakar solar wajib menggunakan campuran 50 persen solar fosil dan 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dari kelapa sawit.
Pangkas Impor, Selamatkan APBN
PT Pertamina (Persero) ditugaskan memimpin eksekusi kebijakan ini secara nasional. Dampaknya langsung terasa di neraca impor.



Tinggalkan Balasan