Dalam lanskap Afrika 1964 yang masih dibayangi penjajahan, nama Soekarno rupanya telah melampaui identitas personal. Ia hadir sebagai simbol Indonesia yang merdeka, percaya diri, dan dikenal sebagai bagian dari gelombang besar kebangkitan Dunia Ketiga.
Inti kisah ini sederhana, tetapi kuat. Di mata banyak orang pada masa itu, Soekarno telah lebih dahulu menjadi wajah Indonesia sebelum nama negaranya sendiri benar-benar akrab di telinga dunia.***
Halaman


Tinggalkan Balasan