​”Istilah jabar untuk fatkhah, jer (zher) untuk kasrah, dan pes (fyes) untuk dhammah,” tulis Agus Sunyoto dalam bukunya.

​Jejak panjang peradaban Persia yang meresap ke dalam urat nadi budaya, bahasa, seni, hingga metode pendidikan Islam membuktikan bahwa relasi Indonesia dan Iran memiliki dimensi yang amat emosional dan mendalam.

​Dengan ikatan historis yang teruji melintasi milenium ini, inisiatif Presiden Prabowo untuk memediasi pusaran konflik di Timur Tengah memiliki legitimasi yang kuat. Manuver ini tidak sekadar bertumpu pada kepentingan mengamankan urat nadi ekonomi saat Selat Hormuz ditutup, melainkan berdiri tegak di atas pijakan moral dan sejarah persaudaraan yang tak lekang oleh waktu.***


​Daftar Rujukan:

  • ​Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. (Arsip). Sejarah Hubungan Bilateral Indonesia dan Iran.
  • Iqbal, Muhammad Zafar. Pengaruh Persia Terhadap Kebudayaan Indonesia.
  • Sunarti, Sastri. (Pernyataan/Wawancara). Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan (PR-MLTL) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
  • Sunyoto, Agus. (2010). Pengaruh Persia Pada Sastra dan Seni Islam Nusantara. Jurnal Al-Qurba 1 (1): 129-139.
  • Sunyoto, Agus. Atlas Wali Songo. Pustaka IIMaN.