Mahfud MD membaca skandal BGN sebagai puncak gunung es. Yang terbuka bukan hanya dugaan korupsi, tetapi rapuhnya kontrol atas proyek politik bernilai ratusan triliun.
KOSONGSATU.ID – Ada kalimat Mahfud MD yang terdengar seperti peringatan, bukan sekadar komentar hukum: korupsi di Badan Gizi Nasional lebih parah dari yang terungkap sekarang.
Pernyataan itu penting dibaca bukan hanya sebagai kritik seorang mantan pejabat negara. Ia adalah sinyal politik bahwa skandal Makan Bergizi Gratis tidak berhenti pada tiga nama yang kini memakai status tersangka.
“Yang lebih parah sebenarnya daripada yang terungkap sekarang, nanti pasti akan terungkap di pengadilan,” kata Mahfud di Bantul, Sabtu, 6 Juni 2026.
Kalimat itu menampar dua arah sekaligus. Ke aparat penegak hukum, agar tidak berhenti di permukaan. Ke kekuasaan, agar tidak lagi menjadikan program unggulan sebagai tameng dari kritik publik.
Dibela Dari Atas, Jebol Dari Dalam
Mahfud menyebut isu korupsi di BGN bukan barang baru. Menurut dia, publik sudah berbulan-bulan berteriak, membawa data, dan menyoroti tata kelola program makan gratis itu.
Namun kritik itu, kata Mahfud, kerap kandas karena ada pembelaan dari pucuk kekuasaan.
“Isu tentang korupsi di dalam BGN itu sudah lama, sudah berbulan-bulan diteriakkan tetapi selalu dibela oleh Pak Prabowo. Sehingga BGN selalu luput dari tindakan hukum meskipun rakyat sudah mengajukan data dalam banyak hal,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Mahfud MD, Rabu, 3 Juni 2026.
Di titik inilah skandal BGN berubah dari perkara hukum menjadi perkara politik. Sebab yang dipersoalkan bukan hanya siapa mengambil apa, tetapi bagaimana sebuah lembaga bisa begitu lama bertahan dari koreksi publik.
Pembelaan politik sering kali bekerja seperti pagar. Ia tidak selalu menghentikan penyimpangan, tetapi bisa menunda pemeriksaan. Dan penundaan dalam proyek bernilai raksasa selalu mahal ongkosnya.
Pencopotan yang Terlambat?
Sikap negara berubah cepat setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari kursi Kepala BGN pada malam 2 Juni 2026. Kurang dari 24 jam kemudian, Kejaksaan Agung menetapkan Dadan bersama dua mantan wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka.
Perubahan tempo itu memunculkan pertanyaan yang sulit dihindari: apakah penegakan hukum baru bergerak setelah perlindungan politik dicabut?
Mahfud bahkan mengkritik kapasitas Dadan secara terbuka. Ia menyebut Dadan memahami bidang ilmunya, tetapi tidak memahami birokrasi pemerintahan dan hukum anggaran.
Kritik ini tajam karena menyasar akar persoalan rekrutmen pejabat publik. Program strategis tidak cukup dipimpin oleh orang yang paham substansi teknis. Ia menuntut kecakapan mengelola birokrasi, anggaran, pengadaan, pengawasan, dan konflik kepentingan.
Tanpa itu, lembaga baru bisa berubah menjadi arena lama: proyek besar, kontrol lemah, dan jejaring kepentingan yang masuk lewat pintu pengadaan.
Anggaran Raksasa, Kontrol Kerdil
Masalah BGN menjadi lebih serius karena MBG bukan program kecil. Anggarannya disebut mencapai Rp85,27 triliun pada 2025 dan melonjak menjadi Rp268 triliun pada 2026.
Dalam politik anggaran, angka sebesar itu selalu membawa dua wajah. Di satu sisi, ia bisa menjadi instrumen negara untuk memperbaiki gizi jutaan anak. Di sisi lain, ia menjadi magnet rente bagi siapa pun yang punya akses ke keputusan.
Kejaksaan Agung mengungkap dugaan penggelembungan harga dalam sejumlah pengadaan BGN tahun anggaran 2025–2026. Di antaranya 21.801 unit motor listrik senilai sekitar Rp1 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.000 unit tablet, dan 5.400 unit televisi berukuran 75 inci.
Daftar itu menunjukkan skandal ini tidak semata berada di piring makan anak sekolah. Ia justru berdenyut di hulu: pengadaan barang, penunjukan vendor, verifikasi mitra, dan desain insentif.
Jika dapur MBG adalah wajah sosial program ini, maka pengadaan adalah ruang gelap yang menentukan siapa menikmati aliran uang paling awal.
Yayasan, Insentif, dan Jaringan Afiliasi
Dugaan lain yang lebih mengkhawatirkan adalah intervensi proses verifikasi mitra pada portal BGN. Para tersangka diduga meloloskan yayasan terafiliasi mereka sendiri sebagai mitra dapur MBG.




Tinggalkan Balasan