Beasiswa MAPK dibekukan, guru jadi tameng, orang tua bingung, anak siap mundur.


KOSONGSATU.ID — Tahun ajaran ini semestinya menjadi momen penuh semangat bagi madrasah unggulan. Tapi di berbagai daerah, ruang tata usaha Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MAPK) justru diselimuti ketegangan. Bukan karena ujian, melainkan karena surat yang tak kunjung turun.

Pemerintah membekukan beasiswa siswa MAPK secara mendadak. Tanpa aba-aba yang jelas. Dan yang terkena pukulan pertama bukanlah birokrat di Jakarta, melainkan para guru di lapangan—yang kini harus menjelaskan sesuatu yang bahkan mereka sendiri tidak pahami.

Sejak Januari, Beasiswa Membeku Tanpa Kabar

Program Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK) selama ini dikenal sebagai pabrik calon-calon intelektual muslim. Seleksinya ketat. Prestasi alumninya tersebar di berbagai universitas ternama. Dan selama bertahun-tahun, satu hal yang membuat MAPK begitu diminati oleh keluarga sederhana adalah beasiswa penuh.

Tapi sejak Januari lalu, beasiswa itu dilaporkan membeku. Kabar di kalangan alumni bahkan menyebutkan bahwa beasiswa tersebut sudah dihapus sepenuhnya. Pemerintah pusat tak kunjung memberi kejelasan. Sementara di daerah, para pengelola MAPK mulai panik.

Guru Jadi “Bamper” Kebijakan Pusat

Sejak awal tahun, panitia penerimaan siswa baru telah bekerja keras. Mereka turun ke daerah terpelosok, menyebarkan brosur, meyakinkan masyarakat bahwa MAPK adalah tempat terbaik bagi anak-anak cerdas. Beasiswa penuh selalu menjadi janji manis.

Sayangnya, ketika ribuan siswa dari keluarga sederhana bersiap menggapai mimpi, kebijakan pusat berubah arah.

Para pengelola MAPK daerah mendadak berubah fungsi menjadi “bamper”—penahan benturan—dari sebuah kebijakan yang bahkan tidak mereka pahami sepenuhnya.

“Seperti Disambar Petir di Siang Bolong”

Seorang ustaz dan pengelola MAPK di Jawa Tengah berbicara dengan nada getir. Ia meminta namanya tidak disebut, tapi kekecewaannya terasa jelas.

“Jujur, kami seperti disambar petir di siang bolong. Brosur sudah tersebar dari awal tahun, seleksi berjalan ketat, dan kami selalu mempromosikan beasiswa penuh sebagai hak siswa,” katanya kepada KosongSatuID, Rabu (15/4/2026).