Limbah sayur pasar kini tak lagi terbuang sia-sia. Di Rejang Lebong, Bengkulu, tumpukan sampah hasil panen sukses dikonversi menjadi energi listrik untuk fasilitas publik.
KOSONGSATU.ID—Pemanfaatan tumpukan limbah sayuran pasar sebagai sumber energi terbarukan kini mulai menunjukkan hasil nyata. Sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG) berskala mikro berbasis limbah panen sayur dilaporkan telah sukses beroperasi penuh dan berhasil mengaliri listrik fasilitas Balai Desa di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, pada Selasa (24/2/2026).
Inisiatif pengolahan sampah mandiri ini digagas oleh Komunitas Rumpun Hijau Indonesia. Menggunakan metode fermentasi tanpa oksigen (anaerobic digestion), cacahan limbah sayur yang dicampur larutan EM-4 dan glukosa berhasil dikonversi menjadi biogas yang menggerakkan generator, menghasilkan daya listrik stabil sebesar 2.000 Watt.
“Dengan pemilahan dan pengolahan sederhana, beban tempat pembuangan sementara dapat ditekan dan pencemaran lingkungan bisa ditiadakan,” ujar Pendiri Rumpun Hijau Indonesia, Dani Fazli, seperti dikutip dari Antara News (24/2/2026).
Sinergi dengan Target Nasional
Keberhasilan di tingkat akar rumput ini menjadi sinyal positif di tengah target makro pemerintah pusat yang tengah mempercepat proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berskala nasional. Upaya ini mendesak dilakukan mengingat kawasan sentra sayur dan pasar tradisional bisa menghasilkan 60 hingga 75 ton sampah per harinya.
Sebelumnya, pada awal bulan ini, Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan instruksi langsung untuk mempercepat realisasi PLTSa agar dapat beroperasi pada 2027. “Ini saya minta groundbreaking berapa bulan ini dilaksanakan. Ini kita perkirakan 2 tahun lagi segera berfungsi,” tegas Presiden Prabowo dilansir dari CNBC Indonesia (4/2/2026).
Tantangan Pemilahan di Hulu
Meski potensinya besar, operasional PLTBG limbah sayur menuntut kedisiplinan pemilahan sampah di hulu. Residu bahan kimia seperti pestisida atau pengawet (seperti semen putih) yang kerap menempel pada sayuran pasar terbukti dapat membunuh bakteri pengurai metana.
Hal ini menjadi faktor risiko yang bisa menyebabkan kegagalan total dalam produksi listrik jika tidak diawasi dengan ketat. ***




Tinggalkan Balasan