Menariknya, Masjkur tetap menjaga koordinasi dengan pemerintah pusat dan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Ia bergerilya dari Solo, Ponorogo, hingga Trenggalek. Ketokohan Masjkur di mata Soekarno kian kuat karena ia mampu membuktikan bahwa kaum santri adalah barisan paling depan dalam mempertahankan kedaulatan, bukan sekadar pelengkap ornamen politik.

“KH Masjkur adalah menteri yang punya pengalaman lapangan. Beliau sangat berhasil dalam menjaga ketahanan mental masyarakat di tengah revolusi fisik,” ujar Abdul Mun’im DZ, Wakil Sekjen PBNU.

Gelar Pahlawan dan Warisan Nasionalisme

Setelah penantian panjang sejak diusulkan tahun 2009, KH Masjkur akhirnya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 8 November 2019 melalui Keppres Nomor 120/TK/Tahun 2019. Pengakuan ini melengkapi catatan sejarah bahwa kontribusi tokoh NU asal Singosari, Malang ini sangatlah riil.

Salah satu warisan paling ikonik darinya adalah Masjid Sabilillah di Malang. Masjid yang dibangun dengan bantuan Presiden Soeharto ini memiliki arsitektur penuh simbol nasionalisme: 17 pilar, tinggi 8 meter, dan menara 45 meter. Ini menjadi bukti fisik dari ideologi yang Masjkur perjuangkan bersama Soekarno: bahwa Islam dan Indonesia adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Persahabatan Soekarno dan KH Masjkur adalah potret ideal kerja sama antara pemimpin nasionalis dan tokoh agama. Mereka menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang bukanlah penghalang untuk merumuskan Pancasila dan membangun fondasi negara yang kokoh di tengah badai revolusi.***


Daftar Pustaka

  • Azra, Azyumardi & Umam, Saiful (Eds). (1967). Menteri-Menteri Agama RI. Jakarta: PPIM.
  • Feillard, Andree. (1999). NU vis-a-vis Negara. Yogyakarta: LKiS.
  • Noer, Deliar. (1990). Mohammad Hatta: Biografi Politik. Jakarta: LP3ES.
  • Soebagijo, I.N. (1982). H. Masjkur: Sebuah Biografi. Jakarta: PT Inti Idayu Press.
  • Zuhri, Saifuddin. (2013). Berangkat dari Pesantren. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.
  • Arsip Nasional Republik Indonesia. (1988). Wawancara Kesaksian KH Masjkur.