Varian Andes yang kini menjadi perhatian global memiliki virulensi sangat tinggi, antara 12 hingga 60 persen. Dari 7 kasus di kapal pesiar MV Hondius, 3 di antaranya meninggal dunia — melampaui angka 40 persen.
Pemerintah Koordinasi dengan WHO
Menyikapi wabah di kapal pesiar MV Hondius, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyatakan telah berkoordinasi dengan WHO untuk mendapatkan panduan skrining. “Virus ini kan lumayan virus yang berbahaya, jadi kita sudah koordinasi dengan WHO, kita minta guidance untuk bisa melakukan skriningnya,” kata Menkes di Gedung Prof Sujudi, Kemenkes RI, Kamis (7/5/2026).
Pemerintah mempersiapkan skrining dalam bentuk uji cepat maupun reagen untuk mesin PCR, sembari tetap berfokus pada sistem surveilans. WHO mengonfirmasi penyebaran varian Andes masih terkonsentrasi di kapal tersebut dan belum meluas ke wilayah lain.
Kemenkes menilai risiko importasi kasus tipe sindrom kardiopulmoner hantavirus pada manusia berada pada kategori sedang, sementara risiko penambahan kasus tipe sindrom ginjal masuk kategori tinggi.
Mengingat belum ada obat spesifik maupun vaksin yang disetujui secara luas, pengendalian populasi tikus dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat tetap menjadi tameng utama masyarakat.***



Tinggalkan Balasan