Kunjungan reguler Candi Borobudur ditutup sementara menjelang konser Andrea Bocelli. Penyelenggaraan konser menuai penolakan keras hingga rencana pengajian tandingan.
KOSONGSATU.ID — Pengelola Candi Borobudur menutup sementara akses kunjungan reguler bertepatan dengan digelarnya konser Andrea Bocelli, Sabtu, 31 Oktober 2026. Penutupan mendadak ini berlangsung di tengah gelombang penolakan publik.
Kebijakan penutupan loket umum ini memicu tanda tanya besar bagi wisatawan, kendati layanan tur fajar tetap berjalan. Promotor Shoemaker Live tetap berkukuh menggelar pertunjukan sang tenor Italia meski menuai desakan pembatalan.
Gelombang Protes dan Aksi Tandingan
Penolakan bermula dari rekam jejak Bocelli yang dituding pernah menyokong dana militer Israel serta menggelar konser di Tel Aviv. Massa Forum Komunikasi Masyarakat Jawa Tengah Peduli Palestina bahkan menggelar unjuk rasa di Mapolda Jateng.
Ketua Aqsa Working Group Biro Jawa Tengah, Reza Subasir, menyiapkan aksi tandingan berupa doa dan pengajian akbar di kawasan luar candi sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap rakyat Palestina.
Ribuan Aparat Bersiaga Penuh
Menghadapi potensi gesekan massa dan penonton, Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyiagakan ribuan personel gabungan TNI-Polri. Rekayasa lalu lintas diberlakukan ketat di sepanjang koridor Magelang menuju Yogyakarta.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Polisi Yuliyanto, menegaskan aparat mengedepankan pendekatan persuasif dengan menerjunkan polisi wanita sebagai juru runding guna mencegah benturan fisik.
Pentas megah ini mencerminkan tarik-menarik antara potensi devisa pariwisata bernilai ratusan miliar rupiah dan sentimen kemanusiaan masyarakat yang menolak segala bentuk pembenaran agresi di panggung budaya. ***



Tinggalkan Balasan