Uji sensori menunjukkan nasi beras analog memiliki aroma tidak langu, rasa sedikit manis dan gurih, serta tingkat kesukaan tertinggi pada parameter rasa, aroma, dan keseluruhan.

Uwi Putih dan Ungu Dinilai Paling Potensial

Penelitian oleh Wuryantoro, Ratna Mustika W, dan Indah Rekyani dari Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Madiun yang dipublikasikan di Gontor AGROTECH Science Journal Vol. 6 No. 3 (Desember 2020) menegaskan potensi uwi sebagai pangan alternatif non-beras.

Uji organoleptik menunjukkan uwi berwarna putih paling disukai, sementara uwi ungu memiliki tingkat penerimaan bervariasi. Uwi berwarna kuning dinilai kurang layak untuk konsumsi segar.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa uwi putih dan ungu sangat potensial dikembangkan sebagai beras fungsional. Jenis uwi lain dinilai lebih sesuai untuk riset lanjutan di bidang bioenergi atau farmasi.

Pengembangan beras analog uwi tidak hanya berbasis ilmiah, tetapi juga membawa semangat kemandirian pangan nasional. Diversifikasi pangan dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada beras sebagai satu-satunya sumber karbohidrat utama.***