Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menelepon Menlu Israel Gideon Sa’ar, mendesak penghentian ofensif terhadap Hizbullah. Tokyo juga mendorong gencatan senjata total dan kecam permukiman ilegal.
KOSONGSATU.ID – Pemerintah Jepang akhirnya angkat bicara merespons situasi Timur Tengah yang kian memanas. Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi langsung menekan Israel melalui sambungan telepon dengan Menlu Gideon Sa’ar.
Dalam dialog 20 menit itu, Motegi meminta Israel segera menahan laju serangan ofensif terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon. Ia menegaskan bahwa gencatan senjata total harus segera terwujud.
Motegi juga mendorong Israel mengawal implementasi nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan itu menargetkan akhir perang sekaligus penyelesaian awal perjanjian nuklir Teheran.
Keprihatinan atas Korban Sipil
Tokyo menyatakan keprihatinan mendalam atas lonjakan korban jiwa sipil. Hancurnya fasilitas publik akibat saling serang antara Israel dan Hizbullah memicu kecaman keras.
“Jepang sangat prihatin dengan memburuknya situasi keamanan secara dramatis. Kami mendesak Israel untuk segera menahan diri dan menghentikan aksi ofensif demi mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil yang tidak bersalah,” tegas Motegi, dikutip dari Reuters.
Motegi juga menegaskan komitmen Tokyo untuk turun tangan membangun kembali Gaza yang hancur akibat perang. Ia mendesak Israel mengambil langkah nyata di Tepi Barat, termasuk membekukan proyek permukiman ilegal yang dinilai melanggar hukum internasional.
Sikap tegas Jepang ini menegaskan kepedulian komunitas global terhadap pemulihan stabilitas Timur Tengah.***




Tinggalkan Balasan