Tiga penyakit hewan sedang diawasi ketat menjelang Idul Adha 27 Mei 2026 — satu di antaranya bisa menular ke manusia. Mana yang perlu paling diwaspadai?
KOSONGSATU.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, pemerintah memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban di seluruh wilayah Indonesia. Tiga penyakit menjadi fokus utama: Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan antraks.
Ketiganya sering disebut bersamaan, namun tingkat ancamannya bagi manusia berbeda jauh.
PMK dan LSD Tidak Menular ke Manusia
PMK disebabkan virus dari famili Picornaviridae yang menyerang hewan berkuku belah — sapi, kerbau, kambing, dan domba. Gejalanya meliputi demam tinggi, luka melepuh di sekitar mulut dan kuku, air liur berlebihan, hewan tampak lemas, serta tungkai gemetar atau pincang.
Risiko penularan PMK pada manusia sangat minimum. Daging hewan yang terkena PMK masih dapat dikonsumsi, kecuali bagian mulut, lidah, jeroan, dan kaki yang tidak layak dikonsumsi.
Demikian pula LSD, penyakit kulit berbenjol yang menyerang sapi dan kerbau. Tanda klinis utamanya adalah lesi kulit berupa nodul berukuran 1–7 cm yang umumnya muncul di leher, kepala, kaki, ekor, dan ambing, biasanya diawali demam hingga lebih dari 40,5°C. LSD tidak menular ke manusia. Di tingkat lokal, warga sering menyebutnya “penyakit lato-lato” karena benjolan-benjolan kecil di tubuh sapi yang mengingatkan pada mainan itu.
Antraks: Satu-satunya yang Bisa Menular ke Manusia
Dari ketiga penyakit ini, antraks adalah yang paling berbahaya bagi manusia. Antraks adalah penyakit zoonosis yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis. Manusia dapat tertular apabila terpapar melalui luka terbuka di kulit, menelan, atau menghirup spora antraks. Lebih dari 90 persen kasus antraks pada manusia adalah jenis antraks kulit.
Kemenkes menegaskan antraks dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, menghirup udara yang tercemar, hingga mengonsumsi daging yang tidak matang. Penularan juga bisa terjadi melalui tanah dan limbah pemotongan hewan yang terkontaminasi bakteri.




Tinggalkan Balasan