Pada hewan, antraks ditandai demam tinggi, gelisah, kesulitan bernapas, kejang, hingga kematian mendadak — sering disertai ekskreta darah dari hidung, mulut, telinga, dan anus. Hewan yang sudah terinfeksi tidak boleh disembelih karena saat dipotong, bakteri membentuk spora yang menyebar ke lingkungan dan bertahan bertahun-tahun.
Cara Memilih Hewan Kurban yang Aman
Sebelum membeli, masyarakat dapat melakukan pemeriksaan visual sederhana. Hewan yang sehat tidak menunjukkan gejala seperti luka di mulut dan kuku (PMK), benjolan di kulit (LSD), atau keluarnya darah dari lubang tubuh (antraks).
Pastikan hewan yang dibeli dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) atau Sertifikat Veteriner dari dinas peternakan setempat — tanda bahwa hewan sudah diperiksa dokter hewan.
Pemerintah telah menyebarkan 9.743 petugas untuk mengawasi hewan kurban dari sebelum penyembelihan hingga distribusi daging kepada masyarakat. Jika menemukan hewan yang menunjukkan gejala mencurigakan, segera laporkan ke petugas kesehatan hewan atau dinas peternakan setempat.***
***Dirangkum dari berbagai sumber



Tinggalkan Balasan