Biaya pakan melonjak, ongkos distribusi ikut naik — harga sapi kurban Iduladha 2026 merangkak hingga Rp3 juta lebih mahal dari tahun lalu.
KOSONGSATU.ID — Iduladha 1447 Hijriah jatuh pada 27 Mei 2026. Tapi jauh sebelum hari H, kantong para calon pekurban sudah lebih dulu merasakan imbasnya: harga sapi kurban tahun ini naik cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Fachry, pengelola Bumi Sejuta Sapi di Jakarta Barat, mengungkap kenaikan berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor. “Kalau dibanding tahun lalu memang ada kenaikan cukup signifikan. Untuk sapi yang biasanya dijual Rp20 juta, sekarang bisa sampai Rp23 juta,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (10/5/2026).
Hal serupa diakui Saiful dari Putra Jakarta Farm, juga di Jakarta Barat. Ia menyebut harga di tempatnya ikut naik sekitar Rp2 juta. “Kenaikan memang sudah terasa tahun ini, terutama karena faktor pakan dan biaya di peternak,” katanya.
Pakan dan BBM Jadi Biang Kerok
Di tingkat peternak, biaya pakan menjadi beban terbesar. Harga jagung dan bungkil kedelai — bahan utama pakan penggemukan — terus merayap naik, sehingga ongkos perawatan sapi selama masa pemeliharaan ikut membengkak.
Di sisi distribusi, BBM menjadi penyebab lain. Pedagang sapi di Balikpapan, Muhammad Abduh Kuduh, mengaku biaya ekspedisi pengiriman ternak dari luar daerah langsung terkerek naik seiring kenaikan harga solar. Di Bontang, pedagang Wahono membenarkan: “Iya naik, namanya BBM naik. Transport juga bertambah semua, jadi harga ikut naik.”




Tinggalkan Balasan