Sang Mursyid menegaskan kembali bahwa warga Shiddiqiyyah harus mampu mengambil sari pati dari setiap jejak sejarah.
“Dalam menghadapi sebuah peristiwa, jangan hanya melihat peristiwanya saja, akan tetapi harus mengambil hikmah di balik peristiwa yang terjadi tersebut,” tegas beliau di hadapan ribuan jamaah.
Pesan ini menjadi motivasi spiritual bagi seluruh jamaah yang hadir malam itu. Mengambil hikmah berarti secara aktif mengaplikasikan nilai-nilai perjuangan, kesabaran, dan ketakwaan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Acara malam yang penuh keberkahan tersebut akhirnya ditutup dengan doa bersama. Sang Mursyid memimpin langsung doa tersebut, memohon limpahan rahmat, kedamaian, dan kejayaan bagi bangsa Indonesia. *
Halaman



Tinggalkan Balasan