Di tengah pernyataan yang kontradiktif, pemerintahan Trump mengumumkan pengiriman tiga kapal perang tambahan ke Timur Tengah dengan sekitar 2.500 marinir. Sekitar 50.000 personel militer AS saat ini dikerahkan untuk perang melawan Iran.

Dampak Global: Krisis Minyak dan Ancaman Resesi

Iran secara efektif memberlakukan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia dan gas alam cair. Harga minyak melonjak, dan analis memperingatkan konflik ini berisiko memicu resesi global.

Tekanan ekonomi mendorong pemerintahan Trump mengizinkan penjualan minyak Rusia yang terkena sanksi untuk meredakan krisis energi. Upaya untuk mendorong sekutu menjaga Selat Hormuz sejauh ini belum berhasil.

Paolo von Schirach, presiden Global Policy Institute, mengatakan sulit memprediksi langkah Trump selanjutnya. 

“Kami melihat pesannya bahwa perang akan berakhir. OK, bagus. Mungkin ada jalan keluar. Tapi sekarang dia mengatakan jika Iran tidak membuka Selat Hormuz, kami akan melepaskan neraka. Tidak jelas bagi saya apa yang dia inginkan dan alat apa yang dimilikinya untuk mencapai itu.”***