Negara Eropa kompak menolak ajakan Trump soal Iran.
KOSONGSATU.ID — Sejumlah negara Eropa menunjukkan sikap yang makin seragam dalam merespons kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait konflik dengan Iran.
Negara-negara Uni kini Eropa secara terbuka menolak ajakan Washington untuk ikut terlibat dalam operasi militer—khususnya terkait pengamanan jalur strategis Selat Hormuz.
Sikap ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Eropa tidak sepenuhnya sejalan dengan pendekatan militer yang ditempuh Amerika Serikat dalam menghadapi Iran.
Penolakan Terbuka atas Permintaan AS
Penolakan tersebut mengemuka dalam pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels. Sejumlah pejabat tinggi menegaskan bahwa konflik Iran bukanlah perang yang harus melibatkan Eropa secara langsung.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan bahwa negara-negara Eropa tidak memiliki keinginan untuk terlibat aktif dalam aksi militer terhadap Iran.
Ia menyebut bahwa kawasan Eropa tidak tertarik pada konflik berkepanjangan yang berpotensi memperluas eskalasi global.
Pernyataan senada juga datang dari sejumlah negara anggota, termasuk Jerman, Inggris, dan Polandia, yang memilih fokus pada jalur diplomasi dibanding keterlibatan militer.
“Ini Bukan Perang Kami”
Penolakan paling tegas datang dari Jerman. Pemerintah Berlin menyatakan bahwa konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran bukan bagian dari mandat NATO.
Pejabat Jerman menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak melakukan konsultasi dengan sekutu Eropa sebelum melancarkan langkah militernya. Karena itu, Eropa tidak memiliki kewajiban untuk ikut terlibat dalam konflik tersebut.
Sikap ini memperlihatkan adanya jarak politik yang semakin jelas antara Washington dan sekutunya di Eropa dalam menyikapi konflik Timur Tengah.
Tekanan Trump dan Respons Eropa
Sebelumnya, Trump meminta dukungan sekutu internasional untuk mengamankan Selat Hormuz setelah Iran menutup jalur tersebut sebagai respons atas serangan militer.
Penutupan Selat Hormuz sendiri berdampak besar terhadap perdagangan energi global, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu arteri utama distribusi minyak dunia.





0 Komentar