Namun klaim pengalihan dana ke Israel ini belum dikonfirmasi oleh sumber-sumber independen. Laporan Reuters dan Jerusalem Post hanya menyebut dana macet akibat negara-negara donor tidak mencairkan janji mereka.

Dampak bagi Warga Gaza

Apapun penyebabnya, dampaknya langsung dirasakan warga Gaza di lapangan.

Carnegie Endowment for International Peace mencatat bahwa Program Pangan Dunia masih mengkategorikan Palestina dalam status darurat pada 2026, dengan sekitar 77 persen penduduk Gaza menghadapi krisis pangan akut.

Empat perlima bangunan di Gaza hancur akibat dua tahun pemboman Israel—dan tanpa aliran dana yang nyata, tidak satu pun program rekonstruksi skala besar bisa dimulai.

Konflik Regional Memperparah Kemacetan

Satu sumber yang dikutip Reuters menyatakan perang Iran “telah mempengaruhi segalanya”—memperburuk kesulitan pendanaan yang sudah ada sebelumnya.

Eskalasi militer di kawasan membuat perhatian diplomatik dan sumber daya keuangan internasional beralih dari rekonstruksi Palestina ke krisis yang lebih akut.

Board of Peace juga belum bisa memasuki Gaza karena kendala keamanan, sehingga Komite Nasional Administrasi Gaza tidak bisa mengambil alih kendali dari Hamas sesuai rencana awal.

Tanpa dana yang cair dan tanpa akses ke lapangan, rencana ambisius Trump untuk Gaza kini terancam menjadi sekadar janji di atas kertas.***