Tren wisata sejarah atau living history di Indonesia melonjak awal 2026, ditandai tingginya kunjungan ke kawasan heritage dan kesuksesan festival budaya nasional.


KOSONGSATU.ID–Wajah pariwisata Indonesia pada awal tahun 2026 menunjukkan pergeseran minat yang signifikan ke arah narasi masa lalu. Wisatawan kini tidak lagi sekadar mencari pemandangan alam, melainkan beralih memburu pengalaman otentik melalui tren living history. 

Sejak Januari hingga Februari 2026, destinasi berbasis rumah tua, kawasan kota lama, dan situs budaya di berbagai penjuru Nusantara mencatatkan lonjakan kunjungan yang luar biasa, menandakan kebangkitan apresiasi publik terhadap identitas sejarah bangsa.

Fenomena ini terlihat nyata di Kawasan Kota Tua Jakarta, yang tetap menjadi magnet utama. Berdasarkan laporan resmi pengelola kawasan pada awal Februari 2026, ribuan pengunjung memadati area Taman Fatahillah dan museum-museum sekitarnya setiap hari. 

Lonjakan tajam ini merupakan kelanjutan dari tren positif tahun 2025 yang mencatat sekitar 2,4 juta kunjungan. Menariknya, profil wisatawan kini semakin beragam, mulai dari komunitas fotografi, pegiat heritage walk, hingga kelompok pelajar yang menjadikan situs bersejarah sebagai ruang belajar terbuka.

Langkah serupa juga diikuti oleh Pemerintah Kota Semarang yang berhasil menghidupkan kembali kawasan Kota Lama. Pada awal Februari 2026, gedung-gedung kolonial yang telah direvitalisasi menjadi tuan rumah berbagai pameran tematik dan acara budaya. 

Otoritas setempat menyatakan bahwa strategi menggelar acara rutin di kawasan bersejarah merupakan kunci utama untuk menjaga tingkat kunjungan tetap stabil, bahkan di luar hari libur nasional atau akhir pekan.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengonfirmasi bahwa tren ini merupakan bagian dari strategi besar experience-based tourism 2026. Dalam keterangan resminya pada awal Februari 2026, Kemenparekraf menegaskan bahwa wisata budaya dan heritage kini menjadi pilar utama dalam memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar domestik maupun regional ASEAN.