Candi Cetho di lereng Lawu menandai kembalinya bentuk arsitektur asli Nusantara pada masa akhir Kerajaan Majapahit.
KOSONGSATU.ID – Candi Cetho di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah bukan sekadar bangunan kuno yang memikat wisatawan. Situs ini menyimpan jejak penting perubahan budaya pada masa akhir Majapahit. Dari susunan terasnya, candi ini memperlihatkan arah baru arsitektur Jawa ketika kerajaan mulai bergerak menuju masa senjanya.
Dibangun pada 1475 Masehi atau bertarikh 1397 Saka, Candi Cetho justru tidak mengikuti langgam candi Majapahit yang umumnya menjulang. Bentuknya berupa punden berundak dengan teras-teras bertingkat. Pilihan bentuk itu dibaca banyak peneliti sebagai tanda menguatnya kembali unsur arsitektur asli Nusantara di tengah pengaruh Hindu.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar menegaskan nilai penting bangunan ini dalam keterangan resminya. Candi Cetho disebut sebagai candi bercorak Hindu dari masa akhir Majapahit, dengan struktur berteras yang memunculkan dugaan adanya kebangkitan kembali kultur asli Nusantara yang kemudian disintesiskan dengan ajaran Hindu.



Tinggalkan Balasan