Imlek 2026 bertema Harmoni Nusantara digelar sebagai simbol identitas nasional dan penggerak ekonomi melalui festival budaya berskala besar di berbagai wilayah Indonesia.
KOSONGSATU.ID – Suasana kemerahan mulai menyelimuti sudut-sudut kota di penjuru tanah air menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026.
Tahun ini, pemerintah Indonesia memberikan panggung yang lebih luas dengan memposisikan perayaan Imlek bukan sekadar tradisi komunitas Tionghoa, melainkan sebagai wajah identitas nasional yang inklusif dan penggerak roda ekonomi rakyat.
Pemerintah pusat, melalui rangkaian kegiatan nasional, meluncurkan tema “Harmoni Imlek Nusantara” sebagai pesan kuat tentang keberagaman dan toleransi. Perayaan besar ini menandai pertama kalinya Imlek Nasional diselenggarakan dalam skala masif yang mencakup festival budaya, pasar UMKM, hingga parade barongsai di berbagai provinsi.
Pusat perayaan utama dipusatkan di Lapangan Banteng, Jakarta, berlangsung maraton sejak awal Februari hingga puncaknya pada 3 Maret 2026 mendatang.
Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Irene Umar, menegaskan bahwa momentum ini merupakan ruang integrasi budaya yang krusial untuk memperkuat solidaritas sosial masyarakat. Menurutnya, Imlek kini telah melebur ke dalam narasi kebangsaan Indonesia.
“Perbedaan hadir itu sebagai kekuatan,” ujar Irene, Umar dalam konferensi pers peluncuran acara di Jakarta pada pertengahan Februari 2026.
Ia menekankan bahwa melalui tema Harmoni Imlek Nusantara, pemerintah ingin menampilkan perpaduan harmonis antara tradisi Tionghoa dengan kekayaan lokal.
Simbol “Kuda Api” yang menjadi ikon tahun ini pun dimodifikasi secara unik dengan elemen batik dan nuansa merah putih sebagai representasi nilai kebangsaan yang merangkul keragaman.
Denyut Ekonomi di Balik Merah Lampion
Di balik kemeriahan lampion dan atraksi seni, perayaan Imlek 2026 memikul misi besar sebagai mesin penggerak ekonomi daerah.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melihat potensi besar dalam mobilitas wisatawan selama periode libur panjang ini. Apalagi, momentum Imlek tahun ini jatuh berdekatan dengan awal bulan suci Ramadan, yang menciptakan peluang strategis bagi industri pariwisata.




0 Komentar