Warga Shiddiqiyyah membangun satu Rumah Syukur untuk warga kurang mampu di Subang, Jawa Barat. Kapolres Subang mengapresiasi program yang jadi bagian dari 135 rumah serupa di seluruh Indonesia ini.
KOSONGSATU.ID—Warga Tarekat Shiddiqiyyah membangun satu unit Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS) di Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat, sebagai bagian dari program nasional untuk mensyukuri kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 17 dan 18 Agustus nanti.
Tujuan program ini adalah mempersembahkan hunian layak bagi warga kurang mampu, melalui pembangunan atau renovasi rumah-rumah tak layak huni menjadi tempat tinggal yang aman, sehat, dan bermartabat.
Rumah Syukur di Subang ini adalah satu dari 135 unit RSKILHS yang dibangun serentak oleh warga Shiddiqiyyah di berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, Shiddiqiyyah melalui sayap organisasinya, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME), juga membangun lima unit Rumah Pintar Shiddiqiyyah (RPS) di Sukabumi, sebagai kontribusi nyata dalam bidang pemberdayaan masyarakat.
Acara peletakan batu pertama atau batu syukur RSKILHS di Subang berlangsung pada Rabu, 25 Juni 2025. Seremonial tersebut dihadiri oleh Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kalijati.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Ariek menyampaikan apresiasi atas kontribusi sosial ini. Ia menegaskan bahwa program tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polres Subang.
Kapolres juga mengapresiasi kerja sama antara Polres Subang dan Forkopimcam Kalijati yang mendukung kelancaran program di lapangan.
“Meskipun unit Shiddiqiyyah di Subang baru satu, dampaknya sangat terasa. Program ini nyata memberikan manfaat dan membawa semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan Rumah Syukur di Subang ditargetkan selesai pada bulan Agustus 2025. Kapolres berharap, peresmian rumah tersebut dapat dipusatkan di satu lokasi di Jawa Barat sebagai simbol kolektif motivasi dan kontribusi sosial lintas lembaga bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, diharapkan peresmian serentak tersebut bisa dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi—atau yang beken dengan sebutan KDM.
“Semoga kegiatan ini terus berlanjut, membawa manfaat, dan menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga lain dalam menebar kebaikan,” pungkas Kapolres.***




Tinggalkan Balasan