Keheningan di Tengah Riuh
Sehari setelah pengumuman dari Istana, sorotan publik beralih ke Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai. Ketika dimintai tanggapan oleh wartawan di lobi Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (11/11/2025), Pigai memilih diam.
“Begini, pemberian penghargaan pahlawan kepada Pak Harto — saya Menteri Hak Asasi Manusia, saya no comment, titik,” ujarnya singkat.

Keheningan Pigai menjadi gema tersendiri di tengah hiruk-pikuk perdebatan. Sebagian menilai sikapnya sebagai bentuk kehati-hatian politik, sementara yang lain membaca diamnya sebagai tanda dilema moral — antara loyalitas pada pemerintah dan nurani keadilan yang ia wakili.
Sebab di satu sisi, negara telah mengakui dan menyesali dua belas peristiwa pelanggaran HAM berat pada 2023; namun di sisi lain, kini negara justru memberikan penghormatan tertinggi kepada sosok yang dianggap bertanggung jawab atas sebagian sejarah kelam itu.***



Tinggalkan Balasan