Jika Albert Camus masih hidup dan berkunjung ke Indonesia, ia mungkin tidak perlu repot-repot menggali mitologi Yunani Kuno untuk menjelaskan konsep absurditas. Cukup suruh beliau menonton siaran berita sidang tindak pidana korupsi atau konferensi pers Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi. Di sanalah Mitos Sisyphus dipraktikkan secara adil, beradab, dan berjemaah.

KOSONGSATU.ID — Dalam Mitos Sisyphus, sang tokoh dihukum mendorong batu raksasa ke puncak gunung, hanya untuk melihat batu itu menggelinding kembali ke bawah dan harus didorong ulang sampai kiamat.

Pemberantasan dan praktik korupsi di negeri ini bekerja persis seperti itu. Lembaga antirasuah menangkap pejabat, memamerkan tumpukan uang sitaan miliaran rupiah di atas meja konferensi pers, pejabat memakai rompi oranye atau merah jambu, lalu diganti pejabat baru. Tidak lama kemudian, pejabat baru tersebut ditangkap lagi dengan modus yang sama.

Lihat saja data Indonesia Corruption Watch atau fakta sidang kasus-kasus mega-korupsi di Indonesia, seperti kasus korupsi tata niaga timah yang merugikan keuangan negara hingga ratusan triliun rupiah, atau kasus suap ekspor impor dan proyek infrastruktur publik. Kasus berganti, undang-undang diperbarui, lembaga pengawas ditambahkan, namun batu korupsi selalu menggelinding kembali ke titik nol.

Letak absurditasnya sangat jernih: masyarakat memelihara harapan ideal akan hadirnya pemerintahan yang bersih, namun realitas sistemik terus menyuguhkan siklus pengulangan culas yang tidak pernah tuntas.

Hal paling menggelitik dari fenomena koruptor di Indonesia adalah profil pendidikannya. Koruptor kita jarang sekali bersenjatakan ijazah sekolah dasar. Mereka hampir selalu menyandang gelar Magister, Doktor, bahkan Profesor.

Mahatma Gandhi mengidentifikasi fenomena ini sebagai salah satu Dosa Sosial terbesar, yakni pengetahuan tanpa karakter. Gelar mentereng dan kepintaran akademis tidak dipakai untuk memajukan kesejahteraan publik, melainkan disalahgunakan untuk merancang rekayasa skema pengadaan, mencari celah hukum, serta memoles klausul syarat lelang agar terlihat legal.