Dengan membangun zona larangan kultural di bawahnya, leluhur Jawa secara efektif mencegah penebangan pohon yang fungsi hidrologisnya baru bisa diukur oleh hidrologi modern—suatu mekanisme yang oleh peneliti disebut ecological belief system.

Mengelola, Bukan Membasmi

Pengetahuan tradisional wiwitan memahami bahwa hama tidak perlu dimusnahkan, hanya perlu dikelola. Prinsip ini selaras dengan pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (integrated pest management) yang kini diadvokasi oleh FAO dan Kementerian Pertanian.

Pada akhirnya, falsafah memayu hayuning bawana—menjaga keindahan dunia—bukan sekadar puisi. Ia adalah mandat ekologis yang kini punya bukti empiris. Pertanyaannya: maukah kita belajar dari petani Jawa sebelum pengetahuan itu benar-benar hilang?***


DAFTAR RUJUKAN

Jurnal Ilmiah & Prosiding

  • Barros, B. F., et al. (2024). Ficus trees and groundwater stability in tropical urban environments. City and Environment Interactions. https://doi.org/10.1016/j.cacint.2024
  • Khusniati, M., Heriyanti, A. P., Aryani, N. P., et al. (2023). Kajian Etnosains dan Etnoekologi dalam Budaya Jawa. Penerbit Pustaka Rumah C1nta.
  • Kusnanto, et al. (2024). Model ekosistem satu mangsa-dua predator: Tikus, ular, dan bangau di ekosistem sawah. MILANG Journal of Mathematics and Its Applications.
  • Oktaviani, K., & Darmoko. (2021). Memayu Hayuning Bawana dalam Lakon Canus Dakwa Karya Ki Ditya Aditya. Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture, 2(3), 54–70.
  • Sathotho, et al. (2023). Wiwitan Sebagai Pergelaran Budaya Dalam Tinjauan Ekofeminisme. Dance and Theatre Review. https://journal.isi.ac.id/index.php/DTR/article/view/11062
  • Sitaresmi, T., Wening, R. H., Rakhmi, A. T., Yunani, N., & Susanto, U. (2013). Pemanfaatan Plasma Nutfah Padi Varietas Lokal dalam Perakitan Varietas Unggul. IPTEK Tanaman Pangan, 8(1), 22–30.
  • Suhartini. (2009). Kajian Kearifan Lokal Masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA. Universitas Negeri Yogyakarta.
  • Yuan, S., et al. (2024). Physiological water retention capacity of Ficus species in tropical environments. International Journal of Molecular Sciences. https://doi.org/10.3390/ijms25

Lembaga Riset & Pemerintah

  • Badan Litbang Pertanian. (2013). Pengelolaan dan Pemanfaatan Plasma Nutfah Padi di Indonesia. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi). https://repository.pertanian.go.id/bitstreams/51f98f83-7e57-4088-803e-53df0308d18a/download
  • Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS). (2020). Pohon Sahabat Air: Peran Vegetatif dalam Konservasi Mata Air. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  • Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal. (2021). Mengenal Hama Tikus dan Strategi Pengendaliannya. https://distankp.tegalkab.go.id/index.php/berita-dan-artikel/180-mengenal-hama-tikus-dan-strategi-pengendaliannya
  • Sudarmaji. (2004). Dinamika Populasi Tikus Sawah Rattus argentiventer (Rob & Kloss) pada Ekosistem Sawah Irigasi Teknis dengan Pola Tanam Padi-Padi-Bera [Disertasi Doktor]. Universitas Gadjah Mada. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/24625

Narasumber

  • Wiratama, R. (2024). Dosen Program Studi Bahasa, Sastra, dan Kebudayaan Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Pembicara dalam Sesajen Workshop: Removing the Negative Stigma of Sesajen and Preserving Local Culture, 4 Desember 2024. https://fib.ugm.ac.id/en/2024/12/sesajen-workshop-removing-the-negative-stigma-of-sesajen-and-preserving-local-culture.html