Pasundan pernah jadi proyek kolonial untuk memecah Republik. Kini nama yang sama diperjuangkan sebagai simbol mempersatukan identitas budaya di tengah negara kesatuan yang sudah mapan.

Sejarah memang tidak pernah benar-benar berhenti. Ia hanya berganti aktor, motif, dan konteks, sementara nama-nama lama terus dipakai ulang dengan makna yang terus bergeser.

Entah nama Jawa Barat akan benar-benar berganti atau tidak, satu hal yang pasti: perdebatan ini adalah pengingat bahwa identitas kedaerahan dan sejarah kolonial di Indonesia jauh lebih rumit dari sekadar pertanyaan “ganti nama, ya atau tidak”.***

*Dirangkum dari berbagai sumber