Gerakan santunan nasional Shiddiqiyyah kembali digelar pada awal Ramadan 1447 Hijriah. Dana diperkirakan menembus Rp3 miliar dengan sasaran ribuan anak yatim dan kaum duafa di Indonesia hingga luar negeri.


KOSONGSATU.ID—Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada hari ini, Kamis (19/2/2026), organisasi Thoriqoh Shiddiqiyyah melalui lembaga sosial Dhilaal Berkat Rohmat Alloh (DHIBRA) kembali menginisiasi gerakan santunan nasional.

Mengusung narasi kemandirian dan syukur, kegiatan ini diproyeksikan menyasar belasan ribu anak yatim dan kaum duafa di seluruh penjuru Indonesia hingga mancanegara.

Berdasarkan data yang dihimpun tim KosongSatuID, akumulasi dana santunan untuk periode Ramadan 2026 diperkirakan menembus angka Rp2,5 miliar hingga Rp3 miliar. Angka ini menunjukkan konsistensi organisasi dalam menjaga tren kenaikan nominal bantuan sosial setiap tahunnya, meski di tengah dinamika ekonomi pascatransisi pemerintahan.

Mekanisme Validasi yang Ketat

Berbeda dengan bantuan sosial pada umumnya, Shiddiqiyyah menerapkan kriteria penerima yang sangat spesifik. Anak yatim yang berhak menerima santunan dibatasi maksimal usia 13 tahun. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada mereka yang secara syariat dan fisik masih sangat membutuhkan perlindungan.

Nurhadi, perwakilan Pengurus DHIBRA Pusat, menegaskan bahwa data penerima bersifat dinamis. “Jika tahun lalu keluarga tersebut sudah dianggap mampu atau bekerja layak, tahun ini penerimanya akan diganti. Batas usia anak yatim juga kami jaga ketat di 13 tahun agar sesuai dengan kriteria organisasi,” ujarnya dalam kutipan wawancara terbaru.

Pesan Syukur di Balik Gerakan

Puncak kegiatan yang dipusatkan di Pesantren Majma’al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman, Losari, Ploso, Jombang, ini bukan sekadar rutinitas bagi warga Shiddiqiyyah. Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Kyai Moch. Muchtar Mu’thi, dalam tausiyahnya menekankan bahwa menyantuni yatim adalah perintah mutlak.

“Menyampaikan hak anak yatim adalah perintah agama yang mutlak. Shiddiqiyyah harus menjadi pelopor dalam memperhatikan nasib mereka yang kurang beruntung,” tegas Kyai Muchtar Mu’thi di hadapan para pengurus.