Puluhan ribu anak yatim dan dhuafa telah menerima Santunan Nasional secara serentak di 21 provinsi dan Malaysia, menandai dua dekade konsistensi gerakan sosial berbasis gotong royong internal.
KOSONGSATU.ID—Di bawah koordinasi Organisasi Dhilaal Berkat Rahmat Allah (DHIBRA), lembaga sosial-filantropi yang bernaung dalam Thoriqoh— atau dalam KBBU disebut “Tarekat”—Shiddiqiyyah, agenda yang dikenal sebagai Santunan Nasional (SANNAS) selalu digelar pada hari dan jam yang sama di berbagai daerah.
Dari Jawa hingga luar negeri, paket santunan disalurkan kepada anak yatim dan kaum dhuafa dengan satu irama: doa bersama yang dipimpin oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Syekh Muchammad Muchtarullohil Mujtaba Mu’thi—yang akrab dipanggil Kiai Muchtar atau Yai Tar.
Tradisi ini bukan peristiwa baru. Sejak dirintis pada 2004 dan berjalan rutin sejak 2006, SANNAS telah menjadi agenda tahunan yang menghubungkan dimensi spiritual dengan aksi sosial.
Dalam kurun 20 tahun, dana yang disalurkan mencapai lebih dari Rp51,2 miliar—seluruhnya dihimpun dari murid-murid Shiddiqiyyah sendiri, tanpa proposal kepada pemerintah, partai politik, maupun organisasi masyarakat.
Di tengah lanskap filantropi yang kerap bergantung pada sponsor eksternal, model ini menegaskan satu hal: kemandirian. Santunan tidak lahir dari kampanye sesaat, melainkan dari disiplin kolektif yang dirawat dari dalam.
Syukur atas Sejarah, Aksi untuk Masa Depan
Dalam Mauidhotul Chasanah— atau secara harfiah berarti “pesan kebaikan”—yang disampaikan Sang Mursyid, rangkaian program sosial seperti SANNAS, Rumah Syukur Layak Huni untuk Kemerdekaan Bangsa Indonesia, hingga Rumah Syukur Mensyukuri Sumpah Pemuda dan kelahiran Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, diposisikan sebagai wujud syukur atas peristiwa besar bangsa.
Bagi tarekat ini, memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw., Sumpah Pemuda, kemerdekaan, dan berdirinya NKRI bukan hanya seremoni historis, melainkan momentum aksi.
Syukur, dalam kerangka itu, bukan sekadar ucapan. Ia menjelma menjadi rumah layak huni, santunan pendidikan, dan bantuan langsung bagi mereka yang berada di lapisan paling rentan.




Tinggalkan Balasan