Kisah Subkhan, Penjual Batu Akik

Beberapa kilometer dari sana, di Desa Jati RT 01/07, suasana berbeda tapi ceritanya senada.

Sebuah rumah reyot tengah dibongkar. Atapnya yang sudah lapuk diturunkan satu per satu. Di beberapa sisi, kayu penyangga yang selama ini menahan robohan rumah akhirnya dilepas. Pemilik rumah, Subkhan, 51 tahun, tak henti-hentinya tersenyum getir melihat rumahnya rata dengan tanah.

Subkhan sehari-hari menjual batu akik di pasar desa. Barang dagangannya tak selalu laku. Uangnya hanya cukup untuk makan bersama anaknya yang baru berusia delapan tahun. Karena keterbatasan biaya, anak itu terpaksa berhenti sekolah.

“Rumah saya sudah lama hampir roboh. Atapnya ditopang kayu dari bawah. Kalau hujan deras, saya tidak berani tidur. Takut ambruk,” kata Subkhan.

Kondisi genting itulah yang membuat OPSHID memutuskan Subkhan sebagai penerima program rumah gratis. “Kalau tidak segera dibangun, musim hujan ini kemungkinan bisa roboh,” kata Naf’an.

Kini rumah Subkhan dalam tahap pembongkaran. Meski tenaga tukang minim, OPSHID dan warga sekitar berusaha menutup kekurangan dengan gotong royong.

Subkhan dan keluarganya di depan rumah mereka sebelum dibongkar. – OPSHID Pasuruan

Gotong Royong Jadi Nafas

OPSHID Pasuruan membangun dua rumah sekaligus: milik Subandiyah dan Subkhan. Dana yang terbatas harus dibagi. Naf’an mengakui, tantangan terberat justru ada pada logistik. “Kendala keuangan harus kami bagi karena membangun dua unit. Kendala lain, tenaga tukang minim,” katanya.

Namun keterbatasan itu tidak menyurutkan semangat pemuda dan warga desa. Mereka bekerja dengan sistem giliran. Ada yang membantu pagi sebelum berangkat kerja, ada pula yang baru bisa datang sore hari setelah pulang ladang.

“Ini kerja ikhlas. Kalau bukan kita, siapa lagi? Mereka saudara kita juga,” ujar Hadi, pemuda yang ikut membantu membongkar rumah Subkhan.

Setiap malam, setelah pekerjaan selesai, warga duduk di teras rumah tetangga sambil menyeruput kopi. Mereka berbincang tentang harapan, tentang masa depan anak-anak, juga tentang makna gotong royong yang semakin jarang ditemui.