Ketegangan Timur Tengah memanas. Iran peringatkan harga minyak dunia tembus US200 per barel jika krisis Selat Hormuz berlanjut.
KOSONGSATU. ID – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas dan memicu kepanikan baru di pasar energi global. Konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini mengancam kelancaran jalur pasokan minyak utama dunia di perairan Selat Hormuz.
Pemerintah Iran memperingatkan dunia untuk bersiap menghadapi lonjakan ekstrem harga minyak mentah hingga mencapai US$200 per barel. Ancaman ini muncul menyusul eskalasi konflik pasca-serangan militer pada akhir Februari 2026 yang mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Ancaman di Jalur Vital Selat Hormuz
Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, menegaskan bahwa stabilitas harga energi dunia sangat bergantung pada keamanan kawasan Timur Tengah. Ia menyoroti intervensi negara-negara Barat sebagai sumber utama ketidakstabilan yang memicu krisis saat ini.
”Anda tidak akan bisa menurunkan harga minyak secara artifisial. Perkirakan harga minyak akan berada di angka US$200 per barel,” ujar Zolfaqari mewakili Markas Besar Khatam al-Anbiya IRGC.
Selat Hormuz memegang peran yang sangat krusial karena melayani sekitar 20 persen jalur perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Christian Bueger, pakar keamanan maritim dari University of Copenhagen, menilai industri pelayaran menghadapi ancaman kelumpuhan jika perairan strategis ini tidak segera aman untuk dilintasi.




0 Komentar