Gangguan pupuk dari Teluk akibat perang Iran ancam produksi pangan global.
KOSONGSATU.ID—Ancaman krisis global kini meluas dari energi ke sektor pangan. Gangguan distribusi pupuk dari kawasan Teluk mulai memicu kekhawatiran terhadap produksi pangan dunia.
Penutupan Selat Hormuz sejak 2 Maret 2026 mendorong harga minyak melonjak di atas USD100 per barel. Dampaknya tak berhenti di sektor energi.
Sektor pertanian ikut terpukul.
Sekitar 20 persen pasokan pupuk dunia dan 46 persen urea global bergantung pada jalur distribusi di kawasan Teluk. Urea sendiri merupakan pupuk yang paling banyak digunakan dalam produksi pangan.
Perusahaan pelayaran Signal Group mencatat, 46 persen pasokan urea global berasal dari kawasan tersebut. Qatar Fertiliser Company (QAFCO) bahkan menyumbang 14 persen kebutuhan dunia.
Analisis Kpler menunjukkan, sepertiga perdagangan pupuk global terancam terganggu jika penutupan Selat Hormuz berlanjut. Dalam beberapa hari terakhir, hanya kapal dari India, Pakistan, dan China yang masih diizinkan melintas.
Produksi Terganggu, Harga Pupuk Melonjak
Serangan terhadap fasilitas LNG di Qatar memaksa QatarEnergy menghentikan produksi di pabrik urea terbesar dunia. Dampaknya langsung terasa di berbagai negara.
India terpaksa mengurangi produksi di tiga pabrik pupuk. Bangladesh bahkan menutup empat dari lima fasilitas produksinya.
Amerika Serikat juga menghadapi kekurangan sekitar 25 persen pasokan pupuk untuk musim tanam tahun ini.
Laporan Argus menyebut harga ekspor urea dari Timur Tengah melonjak sekitar 40 persen, dari di bawah USD500 menjadi lebih dari USD700 per metrik ton.
Kenaikan ini signifikan.
Harga tersebut kini hampir 60 persen lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.
Analis Morningstar, Seth Goldstein, memperkirakan harga pupuk nitrogen bisa melonjak dua kali lipat. Sementara itu, harga fosfat diproyeksikan naik sekitar 50 persen.
Negara Agraris Terancam Paling Parah
Negara-negara Asia menjadi pihak yang paling terdampak. Pada 2024, kawasan ini menyerap 35 persen ekspor urea Teluk, 53 persen sulfur, dan 64 persen amonia.






0 Komentar