Pemerintah memastikan tetap fokus menjaga stabilitas sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekspor nasional di tengah meningkatnya ketegangan global akibat konflik antara Iran dan Israel.
KOSONGSATU.ID—Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman menyatakan bahwa perlindungan dan pemberdayaan UMKM tetap menjadi prioritas utama, meski dunia sedang dihadapkan pada ketidakpastian geopolitik.
“Apapun dinamika global, tugas kami adalah memastikan UMKM terus diberdayakan, dilindungi, dan produknya dimanfaatkan secara optimal di dalam negeri,” ujar Maman dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/6/2025).
Ia menjelaskan, meski wacana pembentukan Satuan Tugas Perlindungan UMKM oleh Kemenko Polhukam masih dalam pembahasan, program pemberdayaan tetap berjalan intensif. Salah satunya adalah peluncuran Festival Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM yang telah berlangsung di tiga dari 18 provinsi target.
Di sisi lain, lonjakan tensi politik di Timur Tengah diprediksi akan berdampak langsung pada perekonomian global, termasuk Indonesia. Ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran dikhawatirkan akan menyebabkan harga minyak dunia melonjak tajam, yang pada akhirnya membebani APBN Indonesia melalui kenaikan biaya subsidi energi dan impor migas.
Selain sektor energi, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyoroti potensi gangguan terhadap jalur ekspor akibat konflik. Menurutnya, ketegangan ini bisa menyebabkan penundaan pengiriman, naiknya premi asuransi kargo, hingga penurunan permintaan dari mitra dagang utama.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, pemerintah telah menyiapkan strategi diversifikasi pasar ekspor. “Kami telah menyelesaikan sejumlah perjanjian dagang strategis, seperti IUAE-CEPA, I-EAEU FTA, dan kerja sama dengan Tunisia,” kata Budi di Yogyakarta, Jumat (20/6).
Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan ekspor tetap tumbuh meski sejumlah wilayah terdampak konflik. “Kami perluas akses ke pasar non-tradisional agar ekspor tetap terjaga,” tambahnya.
Dengan kombinasi penguatan UMKM dan ekspansi pasar ekspor, pemerintah berharap ekonomi domestik tetap tangguh menghadapi guncangan global.***




Tinggalkan Balasan