Waspada Dampak Ekonomi
Ancaman paling nyata bagi Indonesia justru bukan invasi militer, melainkan ancaman krisis ekonomi terstruktur jika konflik di Timur Tengah berlarut-larut lebih dari empat bulan. Gangguan rantai pasok maritim secara global dapat mendongkrak harga minyak mentah secara liar.
Kondisi ini otomatis akan sangat membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, memicu fluktuasi nilai tukar Rupiah, serta meningkatkan angka inflasi. Pemerintah pun terus mengimbau masyarakat luas agar tidak melakukan panic buying terhadap komoditas energi.
Pakar Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS), Dr. Selamat Ginting, membagikan pandangannya secara lugas pada 8 Maret 2026. “Status Siaga 1 bukanlah alarm perang, melainkan sinyal bahwa negara sedang memperkuat kewaspadaan.***



Tinggalkan Balasan