Peneliti etnobotani UGM, Dr. Siti Nur Handayani, menegaskan pentingnya pelurusan istilah dalam konteks pangan dan budaya.
“Uwi bukan sekadar bahan pangan, tetapi bagian dari sistem pengetahuan agrikultur masyarakat. Ketika istilahnya salah, maka sejarah dan nilainya ikut terhapus,” ujarnya dalam publikasi jurnal etnobotani UGM, 2022.
Di tengah ancaman krisis pangan global dan perubahan iklim, para ahli mendorong pemerintah dan media lebih cermat menggunakan istilah. Pelurusan nomenklatur dinilai sebagai langkah awal mengembalikan posisi uwi sebagai komoditas strategis berbasis kearifan lokal.***
Halaman



1 Komentar