Janji Pembersihan Sistem dan Masa Depan Data Agraria
Nusron sebelumnya menekankan pentingnya sistem pertanahan yang akurat dan akuntabel agar tidak “dibobol”. “Melawan mafia tanah yang paling efektif adalah membentengi diri, membuat sistem yang tidak bisa diakali,” katanya, pada 21 Oktober 2025 lalu.
Pernyataan ini relevan bagi Surabaya, karena konflik yang berlarut justru menunjukkan belum selarasnya rekam data antara pusat dan daerah.
Ketika Indonesia bergerak ke arah digitalisasi penuh, sengketa Verponding memperlihatkan bahwa transformasi data tidak hanya soal teknologi, tapi juga pembenahan memori hukum yang diwariskan penjajah.***
Halaman



Tinggalkan Balasan