Kapolres Sukabumi menyebut program rumah Rumah Syukur OPSHID sejalan dengan program Polri: lima rumah per polres. Dia menilai OPSHID layak jadi panutan organisasi kepemudaan keagamaan.
KOSONGSATU.ID—Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menyatakan bahwa program pembangunan rumah layak huni oleh Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) sejalan dengan inisiatif Polri dalam kegiatan sosial.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri seremoni peletakan batu pertama Rumah Pintar Shiddiqiyyah (RPS)—atau disebut juga peletakan batu syukur—di Desa Wangun Sari, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Ahad (22/6).
“Program OPSHID ini luar biasa, karena Polri juga sedang menjalankan program bedah rumah sebanyak lima unit per polres dalam rangka HUT Bhayangkara ke-79,” ujar Samian.
Ia menambahkan bahwa program serupa menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat. Perlu terus dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas dan tepat sasaran.
Peletakan batu pertama atau batu syukur program bernama Rumah Pintar Shiddiqiyyah (RPS) ini dilakukan di lima titik lokasi: masing-masing satu unit di Desa Cimaja dan Sukamaju, Kecamatan Cikakak, serta tiga unit di Desa Wangun Sari.
Rumah yang dibangun OPSHID ini merupakan bagian dari program 135 unit Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS) yang dikerjakan bersama Dhilal Berkat Rochmat Alloh atau DHIBDRA, yang ditarget rampung sebelum 17 Agustus 2025.
Dalam sambutannya, Kapolres juga menyebut OPSHID sebagai organisasi kepemudaan yang patut menjadi contoh.
“Hari ini kita mendapatkan pembelajaran berharga. OPSHID bisa menjadi panutan bagi organisasi-organisasi kepemudaan di bidang keagamaan,” tegasnya.
Kenapa disebut Batu Syukur?
Menurut Ketua Departemen Pembangunan DPP OPSHID Taufiqurrohman, Batu Syukur adalah batu yang sudah diberikan doa oleh Mursyid Tarekat Shiddiqiyyah, Syekh Muchtarulloh Al-Mujtaba Mu’thi. Harapannya, “Semoga orang-orang yang dibangunkan rumah menjadi orang-orang yang bersyukur,” kata Taufiqurrohman, Ahad.
Setelah peletakan batu syukur tim pembangunan bakal segera mengerjakan pembesian dan penanaman usuk, lalu dilanjutkan pengecoran.

‘Tenang, OPSHID Datang untuk Membantu’
Seremoni di Wangun Sari turut dihadiri tokoh masyarakat, mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM), serta aparat desa dan kepolisian.
Sekretaris Desa Wangun Sari, Eris Ruswandi, menilai OPSHID telah memberi dampak nyata sejak kehadiran pesantren Hayya ‘Alash Sholah Hayya ‘Alal Falah (HSHF) di wilayah tersebut.
“Ketika warga kaget ada yang survei rumah, saya bilang, ‘Tenang, itu OPSHID, mereka datang untuk membantu,’” kata Eris.
Program RPS dan RSKILHS mendapat sambutan hangat dari masyarakat, serta dinilai sejalan dengan semangat gotong royong lintas institusi yang menekankan kolaborasi nyata antara pemuda, masyarakat, dan aparat negara.***




Tinggalkan Balasan