Menjadi Penggerak, Bukan Penonton
Dengan dialektika, Tan Malaka ingin mencabut bangsa ini dari kepasrahan. Ia ingin agar rakyat melihat kenyataan sebagai sesuatu yang bisa ditafsir ulang, dipahami secara kritis, dan bahkan diintervensi secara sadar. Ia ingin membentuk manusia-manusia yang sanggup memosisikan diri bukan sebagai korban sejarah, tapi sebagai subjek yang menggugah sejarah.
Bagi Tan, sejarah bukan panggung yang harus ditonton, melainkan arena yang harus digerakkan.
“Kita harus menjadi penggerak sejarah, bukan penonton pasrah.”— bersambung
__Catatan Editor:
Tulisan ini merupakan bagian dari serial “Membaca Ulang Madilog” yang mengangkat pemikiran Tan Malaka sebagai warisan intelektual bangsa. Artikel disusun untuk keperluan edukatif dan memperluas ruang diskusi kritis di ruang publik.



1 Komentar