Sepuluh jet tempur Yordania mengawal Pesawat Kepresidenan RI saat memasuki wilayah udara Amman. Kunjungan Presiden Prabowo Subianto menandai 75 tahun hubungan diplomatik sekaligus membuka babak baru kerja sama strategis kedua negara.
KOSONGSATU.ID—Langit Yordania memberikan penghormatan tertingginya bagi Indonesia pada Selasa (24/2/2026) malam.
Saat Pesawat Kepresidenan RI—Garuda Indonesia PK-GIF—memasuki wilayah udara Yordania, sepuluh pesawat tempur Angkatan Udara Kerajaan Yordania—terdiri atas tujuh jet F-16 dan tiga T-50—melakukan intercept untuk memberikan pengawalan kehormatan.
Ketibaan Presiden Prabowo Subianto di Pangkalan Udara Militer Marka pada pukul 19.53 waktu setempat menjadi penutup rangkaian safari geopolitik maraton, setelah sebelumnya melawat ke Amerika Serikat dan London, Inggris.
Di landasan, Putra Mahkota Yordania, Pangeran Al Hussein bin Abdullah II, telah menanti untuk menyambut langsung Kepala Negara RI melalui upacara jajar kehormatan militer.
Kunjungan kenegaraan kedua Prabowo sejak menjabat ini membawa bobot historis dan strategis yang masif, menyentuh dimensi personal, ekonomi, pertahanan, hingga kehangatan diaspora.
Peringatan 75 Tahun dan Reuni Dua Sahabat Lama
Pertemuan bilateral tertutup yang dijadwalkan berlangsung Rabu (25/2/2026) antara Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II ibn Al-Hussein di Istana Al Husseiniya bukan sekadar agenda diplomatik biasa. Tahun 2026 menandai tepat 75 tahun usia hubungan diplomatik antara Indonesia dan Yordania.
Lebih dari itu, penyambutan militer tingkat tertinggi ini menegaskan kuatnya hubungan leader-to-leader. Prabowo dan Raja Abdullah II merupakan dua sahabat lama yang pernah bersama-sama menempuh pendidikan militer elite Ranger di Fort Benning, Amerika Serikat.
Sekretariat Kabinet RI dalam rilis resminya menggarisbawahi urgensi pertemuan ini.
“Kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Yordania ini diharapkan semakin memperkuat kemitraan strategis kedua negara, khususnya dalam bidang pendidikan, pertahanan, pertanian, serta isu-isu kawasan Timur Tengah,” tulis publikasi resmi Setkab RI (25/2/2026).
Ekspansi Investasi Danantara dan Kemandirian Alutsista
Dari kacamata ekonomi dan pertahanan, delegasi terbatas yang dibawa Presiden—meliputi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya—menunjukkan keseriusan misi di Amman.




0 Komentar